TOJTRP MEMBUAT KARYAMU TERWUJUD

Akbar Zainudin. Narasumber dalam kuliah menulis bersama om Jay.  Siapakah beliau? Sebelum kita ulas dalam resume ini, kita simak dulu kata-kata bijak seorang Akbar Zainudin.

“Menulis adalah tentang membuat hidup kita lebih hidup.Menulis adalah tentang bagaimana membangunkan semua potensi dalam diri secara maksimal.

Niatkan dan bangun komitmen bahwa kita akan memulai menulis. Agar diri kita lebih bermanfaat bagi diri kita, keluarga, anak didik, dan masyarakat secara luas.

Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Semakin kita bisa mengalahkan diri kita, semakin cepat kita bisa menulis.

Hilangkan semua kekhawatiran karena biasanya ada dalam pikiran. Kalau kita sudah melangkah, semua ketakutan dan kekhawatiran itu akan hilang.

Semuanya sekarang kembali kepada diri kita. Apakah kita ingin membuat perubahan dalam hidup kita atau kita membiarkan waktu terus berjalan dan mengalahkan kita.

Saatnya kita tidak hanya membaca kesuksesan orang lain, saatnya menuliskan sejarah kesuksesan kita sendiri”.

Berikut adalah profil narasumber belajar menulis bersam om Jay 19 Agustus 2020.

Akbar Zainudin adalah seorang yang dibesarkan dalam lingkungan religius. Trainer dan motivator Man Jadda Wajada.  “siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil” adalah kata mutiara Arab yang dihapalkan di berbagai pesantren dan lembaga agama di Indonesia.

Akbar Zainudin lahir di Banyumas, 7 Februari 1973. Awal pindidikan di TK Aisyiah Wangon, diteruskan di MI Muhammadiyah Wangon.

Selanjutnya dalam kurun waktu 6 tahun menghabiskan waktu di Pondok Modern Gontor.

Study berlanjut di Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin. Tidak sampai disini. Berlajut ke Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya, mengambil jurusan Manajemen Pemasaran.

Selama 6 tahun kuliah, begitu lulus beliau di perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi Teknologi Informasi, Plasmedia. Pada tajhun 2007, menggambil angkah berani untuk  usaha sendiri di bidang Pelatihan dan Konsultasi Manajemen, PT EMJEWE Training & Consulting.

Selama 6 tahun berikutnya, kata motivasi Man Jadda Wajada, terbukti telah mengubah hidup beliau. Kata-kata itu mempunyai pengaruh sangat hebat jika dimanfaatkan dengan baik.

Kata Mutiara Arab dipadukan dengan prinsip-prinsip manajemen modern inilah, telah menjadikan buku dan materi pelatihan. Bukunya beri judul “Man Jadda Wajada”;  

Kita berani bermimpi, dan mau membayar impian itu dengan penuh kesungguhan, kerja keras, dan doa yang terus menerus, insyaAllah kita akan sampai pada apa yang kita cita-citakan. Begitulah pesan dari seorang yang sukses menapak hidupnya berbekal keimanan dalam Islam.

Selanjutnya mari kita kupas bagaimana cara seorang penuls dan pengusaha muda Akbar Zainudin menulis sebuah buku.

Langkah-langkah menulis sebuah buku. Inilah ringkasan materinya :

TOJTRP. Apa itu? Mari kita simak satu per satu :

  1. T      :  TEMA  Setiap buku pasti punya tema. Baik buku non fiksi atau fiksi. Buku jenis non fiksi bentuknya cerita, novel, cerpen. Sedangkan non fiksi itu yang berbentuk bukan cerita. Apa yang dimaksud tema? Gamabaran apa yang akan kita tulis itu adalah tema. Misalnya : dalam bukunya Anwar Zainudin temanya adalah motivasi karena beliau bergerak dalam bidang motivator.  Sedangkan novel pun ada beberapa tema. Contohnya dalam bukunya Ahmad Fuadi temanya adalah tentang impian, pendidikan, pesantren. Temanya cerita dalam buku yang berjudul Ayat-Ayat Cinta misalnya. Itu tentang romatisme religius. Nah di sini jelas bahawa masing-masing buku itu pasti punya tema. Jadi bisa dikatakan bahwa tema itu menjadi garis. Garis benang merah dari sebuah tulisan.
  2. O      : OUTLINE  Merupakan gambaran dari buku yang kita tulis. Menulis itu bukan hanya mengalir begitu saja. Perlu adanya sebuah perencanaan yaitu outline. Inilah yang akan membuat buku yang kita tulis bisa selesai dengan baik. Kita bisa melihat dari daftar isi. Nah daftar isi ini perlu ditentukan dari awal. Tanpa outline buku yang kita tulis tidak akan selesai sesuai dengan tujuan. Mungkin pembahasanya bisa melebar bahkan tidak sesuai dengan tujuan kita. Istilahnya tulisan kita bisa melenceng. Kelaur dari rel katanya bapak Anwar Zainudin.  Selain itu daftar isi akan membuat buku kita selesai. Kenapa bisa demikian? Dengan daftar isi akan memudahkan kita membuat jadwal. Contohnya, dengan melihat daftar isi kita bisa menentukan kapan artikel pertama dituiis, kapan artikel ke-2 ditulis, kapan artikel berikutnya ditulis sampai akhirnya selasai. Bisa dikatakan tanda daftar isi kita todak punya sebuah pijakan. Kemana buku yang kita tulis larinya. Jangan meremehkan daftar isi ya? Ini sangat menentukan kapan buku kita akan selesai.
  3. j       : JADWAL  Apa yang akan terjadi jika kita tidak membuat jadwal? Padahal kita sudah membuat daftar isinya. Rahasia menuls buku itu selesai atau tidak adalah jadwal. Sebuah perencanaan. Berapa lama buku kita akan selesai. Misalnya jika dalam daftar isi kita membuat artikel 10. Masing-masing artikel harus direncanakan. Kapan satu artikel selaesai di tulis. Jika satu artikel selesai dalam waktu seminggu. Apa yang akan terjadi dengan buku kita? Maka 10 artikel akan selesai dalam waktu 10 minggu. Namun jika tanda jadwal? Berarti tanpa perencanaan yang baik.
  4. T      : TULISKAN   Jadwal sudah okay. Selanjutnya adalah menulis. Menulis bukanlah hal yang mudah. Punya tantangan banyak. Males, belum ada data, harus menulis apa, bagaimana memulai menulis dan lain-lain. Bagaimana cara mengatasi penyakit menulis ini? Obat penyakit menulis ini adalah disiplin. Jika kita sudah membuat jadwal atau perencanan, jalankan! Misalya, satu artikel harus selesai satu minggu. Patuhi jadwal yang kita buat. Semangat, berusaha dan berungguh-sungguh serta upayakan selesai sesuai jadwal. Kerja keras tentu saja diperlukan dalam menulis.
  5. R      : REVISI  Langkah selanjutnya setelah menulis adalah revisi. Apa yang harus kita lakukan dalam revisi ini? Yang pasti jangan hanya fokus satu artikel saja. Jadwal lagi-lagi diperlukan. Semua artikel harus  kita revisi. Jangan hanya satu artikel yang ingin kita tonjolkan saja. Tapi semuanya. Ada 4 hal yang perlu kita perhatikan dalam revisi :
    1. Data dan informasi
    2. Tata bahasa
    3. Gaya tulisan antara judul yang satu dengan yang lain harus diselaraskan.
    4. Judul. Buatlah semenarik mungkin, sederhana dan yang membuat orng ingin tahu, penasaran ingin membaca.
  6. P      : PENERBIT  Menyelesaikan tulisan terlebih dahulu. Kemudian coba menghubungi penerbit. Menanyakan syarat-syarat apa saja untuk bisa menerbitkan sebuah buku. Masing-masing penerbit mempunyai aturan yang beda-beda.

Kesimpulan : langkah-langkah dalam menulis sebuah buku adalah TOJTRP.

TEMA : Buatlah tema tulisan kita. Mau menulis dibidang apa.

OUTLINE : Buatlah daftar isi agar kita tahu gambaran tentang buku kita.

JADWAL ; buat jadwal dalam setiap judul di dalam daftar isi. Berapa hari kita akan menyelesaikan satu tulisan.

TULIS : Disiplin menulis. Sesuai dengan jadwal yang kita buat.

REVISI : Penambahan-penambaha, pembetulan-pembetulan. Koreksi dari apa yang telah ditulis.

PENERBIT : Serahkan kepada penerbit.

Silahkan melihat link You Tube berikut :

MATERI MENULIS: LANGKAH-LANGKAH MENULIS BUKU

Salam Man Jadda Wajada

Alhamdulillah …banyak pembelajaran dalam kesempatan belajar bersama beliau. Akbar Zainudin. Semoga bermanfaat.

Wasalamu’alaikum Warohmatulallahi Wabarokatuh

Buku “UKTUB: Panduan Menulis Buku dalam 180 Hari” yang berisi langkah-langkah praktis bagaimana menulis buku dari ide sampai ke penerbit, bisa menghubungi Ibu IKOH di 0857-1195-6118.

HASIL MANIS KEBERANIAN MENERIMA TANTANGAN

Narasumber kita pada pertemuan ini adalah seorang wanita cantik dan hebat. Noralia Purwa Yunita, yang biasa di sapa Nora

Beliau saat ini masih aktif mengajar di SMP NEGERI 8 SEMARANG. Mapel IPA dan prakarya. Sesuai dengan jurusan yang beliau pelajari.

Berikut adalah biotada beliau :

Perempuan bernama lengkap Noralia Purwa Yunita, M.Pd ini lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Dia putra pertama dari dua bersaudara dengan ayah bernama Ali Achmadi, S.Pd dan ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD.

Penulis pernah mengambil kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, penulis juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog, anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI), anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya, serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP.

Prestasi yang pernah diraih penulis adalah Juara Harapan I lomba karya tulis di Universitas Negeri Semarang, program pendanaan Dinas Provinsi Jawa Tengah pada program fasilitasi karya ilmiah tingkat Provinsi Jawa Tengah, Program pendanaan LPPM pada usulan program pengabdian masyarakat, program pendanaan DIKTI pada program kreativitas mahasiswa tingkat nasional, pendanaan program Student Grand Hibah I’m Here DIKTI, serta sebagai pembimbing yang mengantarkan tim menjadi juara I lomba karya tulis ilmiah SMA tingkat Jawa tengah. Karya yang sudah dibuat meliputi bahan ajar Kimia SMA, buku antologi

“Menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah”, buku seri ekoji academy “Digital Mindset”, buku ” jurus jitu menulis dan berprestasi” dan beberapa artikel yang telah dimuat di media daring dan cetak. Saat ini sedang tahap penyelesaian naskah buku antologi seri kisah inspiratif kolaborasi peserta gelombang 8, naskah buku seri ekoji academy “gamifikasi”, naskah buku seri PJJ ekoji academy, dan buku teks pelajaran oleh Penerbit Bumi Aksara.

Penulis dapat dihubungi melalui email : noraliapurwa@gmail.com atau pada nomor whatsapp ; 087786578494 dan instagram : noralia_needtha.

Mari kita simak pengalaman beliau dalam menerbitkan sebuah buku. Bu cantik yang hebat ini mulai kenal dunia menulis semenjak kuliah S1. Melalui lomba karya tulis ilmiah tingkat provinsi oleh kakak kelas.

Semula keraguandatang dalam dirinya. Rasa penasaran pun juga menghantuinya. Belum ada penglaman sama sekali dalam menulis. Bermodal nekad dan otodidak. Namun  Alhamdulillah, juara 3 tingkat provinsi berhasil beliau raih.

Juara itulah yang memotivasinya ketagihan menulis dan ikut lomba. Belajar hanya dengan kakak kelas dan dosen pembimbing. Alhamdulillah beberapa kali ikut lomba, beberapa kali juga juara. Hebat bukan?

Kuliah S1 dan S2 NYA pun gratis, alias tanpa biaya karena biaya sudah tercover dengan uang hadiah juara. Tapi, semangat menulis itu luntur setelah bekerja dan berkeluarga . Mungkin karena susah mengatur waktu, jadi tidak menyempatkan diri untuk kembali berkarya

Begitu  pindah unit kerja,  ada satu teman kerja yang memantik semangat berkarya itu lagi. Dan puncaknya saat pandemi datang

Karena pandemi beliau kenal dengan grup belajar menulis om Jay dkk. Berawal dari sinilah dapat berkarya lagi.

Pembelajaran Daring Sebagai Solusi sebagai awal tulisan yang selanjutnya disusul dengan karya manis. Melalui tangan kreatifnya terbitlah sebuah buku oleh penerbit mayor Andi.

Yang ini adalah tulisan kedua yang berhasil terbit di majalah geliat gemilang bandung.

Sebuah hasil manis menerima sebuah tantangan. Cover hasil desain sendiri untuk buku berikutnya. Awal dalam menerbitkan sebuah buku dengan desain cover sendiri.

Tidak berhenti sampai disini. Hasil karya dari tangan trampil beliau bermunculan. Mengambil kesempatan yang ada dan keberanian.

Berkolaborasi dengan prof Eko yang menjadi narasumber dan menerima tantangan beliau di group 8.  Menulis dalam waktu seminggu. Tema sudah ditentukan dengan mengambil sbuah judul dari kanal you tube beliau. Modal penasaran akhirnya berbuah manis. Menghasilkan sebuah buku.

Ini adalah buku pertama  berjudul Digital Mindset Bapak ibu dapat melihat beberapa video beliau disini.

Sebuah keberanian yang hebat dan terlahir sebuah karya hebat juga. Tentunya harus disertai dengan kedisiplinan juga.

Digital Mindset sebuah judul yang menarik yang sesuai dengan kondisi sekarang. Kondisi dimana kita harus menghindari dari keramaian dan kerumunan.

Apa rahasia dibalik buku ini? Kuncinya adalah disiplin waktu. Dalam perencanaan harus ada target. Target tentunya harus sesuai dengan outline yang diselaraskan dengan tema. Jika out line kita ada 5 bab. Target harus kita buat kapan 5 bab ini selesai. Misalnya jika ditargetkan selesai dalam 5 bulan maka wajib 1 bulan selesai 1 bab.

Berikutnya adalah catat referensi. Dalam buku ini menggunakan referensi jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku, dan beberapa modul dari Kemdikbud. Baik secara online maupun offline. Tentu saja referensi terkini dan teraktual.

Hal yang tersulit adalah disiplin waktu. Susah untuk dilakukan. Seringkali dalam perjalanan untuk menyelesaikan tulisan, outline bagus, target sudah ada, referensi sudah lengkap tapi rasa jenuh muncul. Malas datang. Akhirnya berhenti menulis. Ini adalah penyakit yang sering dialami dalam menulis.

Bagaimana bunda cantik Nora mengatasi situasi ini? Menentukan waktu sendiri untuk menulis. Waktu bebas yang terpentingnyaman untuk berkarya. Menulis itu adalah hobi. Lakukan dengan rasa senang. Meliburkan diri 2 hari untuk membuat konten chanel You Tube untuk menghindari kebosanan.

Inilah link bunda cantik nora tip dalam menulis.

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/tips-membukukan-hasil-resume-pelatihan.html

Berikut sinopsis buku Digital Mindset. Buku ini berisi tentang pola pikir digital dan penerapan digital mindset di berbagai bidang kehidupan, pembelajaran digital, aplikasi yang mendukung untuk pembelajaran digital, apa saja yang harus disiapkan untuk melakukan pembelajaran digital, serta dilengkapi pula contoh RPP untuk pembelajaran digital. Sangat cocok sebagai bahan bacaan bapak ibu guru di situasi PJJ seperti sekarang.

Silahkan dapat di pesan buku seri ekoji academy ini, salah satu karya dari  Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA dan Noralia Purwa Yunita, M.Pd.  Pemesanan dapat menghubungi Nomor 087786578494 (WA Nora) atau CP yang tertera.

DIGITAL MINDSET: The Key to Transform Your Organisation

Ini adalah cover hasil desain sendiri . Buku yang ke-2 kalinya akan terbit. Berisi resume kegiatan menulis bersama om Jay gelombang 8.

Menulislah, karena dengan menulis dan berkarya adalah caramu untuk hidup 1000 tahun bahkan beribu-ribu tahun lagi

BIOGRAFI

Tutik Sumarsih.Terlahir kembar cantik pada tengah malam 11 Juni 1971 di sebuah kota kecil 1001 bunga Madiun. Sepasang suami istri yang berhati mulia membawanya untuk diasuh. Curahan kasih sayang tak bisa diwujudkan dengan kata.

Memberi yang terbaik. Menjaga segenap jiwa. Membimbing untuk berada pada jalan yang lurus pada jalan Allah. Asih begitulah orang tua angkat memanggilku. Berkat ketulusannya seputih mutiara. Asih tumbuh menjadi perempuan dewasa. Kesederhanaan dan limpahan sejuta kasih sayang, menghantarkan menjadi perempuan mandiri.

Teman tercantik kala kuliah di Universitas Widya Mandala Madiun jurusan Sastra Inggris. Sebagai boneka barbie dari seorang yang penyayang dan bekerja keras. Bermandikan kemanjaan dari belahan jiwa. Warsito, S.S. M.M. Mama tangguh dari si ganteng L Luthfi  Berliansyah yang sedang berjuang di kampus regioanal IPDN Sulsel. Juga seorang mama, teman dan sekaligus sahabat dari si manis Honeyndio Berinda P.

Pernah mengajar di SMA N Ngrambe pada tahun 2009-2012. Menjadi pembina Osis dan English Clup. Perjalanan takdir membawanya melanjutkan study ke IKIP PGRI Madiun jurusan PGSD. Mom Tutik sapaa dari anak-anak tersayang SDN Budug Kec.Kwadungan Kab. Ngawi. Tempat tercinta dimana anak-anak menuggu setiap pagi di pintu gerbang. Tempat berbagi kasih sayang, perhatian  berbagi ilmu.

HATI SEEKOR BURUNG

terbang

Masih kuingat dan selalu ku ingat dalam hidupku. Nasehat dari pembimbing spiritualku. Bapak Edi Wahono. Beliau berulang kali menguatkan diriku. “Kamu jangan takut. Lihat burung itu. Dia tidak punya apa-apa. Dia tidak pernah kwatir akan kelaparan. Pagi burung-burung itu terbang dengan perut lapar. Sore harinya burung burung itu pulang ke sarangnya dengan perut kenyang. Jangan takut ada Allah yang menjamin rejeki kita.

Kita datang ke dunia sendirian. Suami, anak yang telah membuat kita bahagia, tertawa., menangis, kecewa itu adalah mainan. Jangan takut. Kita pulang nanti juga sendiri. Tidak bawa suami, anak atau sahabat dan teman.

Miliki hati seperti burung. Hidup kita itu penuh keinginan. Ingin punya rumah mewah, punya mobil mewah, pingin berhiasan mewah. Keinginan itu merupakan tandanya kehidupan. Tapi…belajarah dari seekor burung. Seekor burung kecil setiap pagi keluar dari sarangnya dengan perut lapar.

Terbang bersama kawanan burung. Tampak gembira menikmati hidup. Dengan penuh keyakinan. Berjuang bersama- sama, terbang diatas awan. Burung kecil hatinya lembut, hidup mengalir di antara dahan dan dedaunan. Begitu besar rasa sandarnya kepada Allah dari pada kita.

Lihatlah burung-burung kecil yang cantik itu, belajarlah dari kelembutan, kasih sayang dan kegembiraanya. Semuanya itu bersumber dari hati kecilnya yang diilhami rasa cinta dari Allah.

Sebaiknya kita belajar dari sabarnya burung kecil yang cantik.Mereka tidak pernah putus asa. Penuh keyakinan bahwa pasti ada tempat berlabuh dari dasyatnya musim dan dari bahaya kelaparan.

Hari berlalu, burung-burung kecil cantik itu tiada mengeluh. Tetap berkicau dengan indahnya, saling memaafkan, tiada dendam dan terbang bersama menikmati indahnya alam ciptaan Allah. Selalu bersyukur kepada pemilik alam semesta.

Ceramah Singkat: Bertawakal Seperti Burung – Ustadz Badru Salam, Lc
SUARA AIR MENGALIR DAN SUARA BURUNG BERKICAU
Burung hias dengan warna super cantik

SEPTEMBER CERIA BERSAMA PROF.EKOJI

Beruntung sekali malam ini. Mendapat kesempatan menimba ilmu dengan Prof. Eko Indrajid.

Sebuah kesempatkan langka bagiku. Terbayang saja tidak apalagi mimpi. Mendapat kesempatan belajar menulis dengan suami dari artis idolaku Lisa A Rianto.

Menyimak cerita dari narasumber sebelumnya. Mimpi guru hebat Indonesia telah terwujud. Berkarya dan berkollaborasi bersama Prof.Eko. Menulis dan menerbitkan buku dalam waktu dua Minggu.

Belajar Semudah Klik, Literasi Digetal ala Nusantara, Digital Mindset, Digital Transformation, Menyongsong Era Baru Pendidikan. Itulah sebagian judul buku hasil colloborasi bersama guru guru hebat Indonesia dan penerbit Andi.

Menurut Prof. Eko menulis adalah sesuatu yang tidak sulit. Asalkan ada kemauan pasti ada jalan.  Sejak kecil Prof. Eko suka membaca. Majalah seperti Bobo, Kuncung, Kawanku ketika SD merupakan bacaan beliau. Mungkin bisa dikatakan membaca bagi Prof. Eko adalah santapan menu favorit. Jika tidak membaca bisa seperti tidak makan. Lapar rasanya. Buku favoritnya adalah buku-buku karya Karl May, RA Kosasih, Album Cerita Ternama, Cerita Lima Benua, Alfred Hitchcock, dan lain sebagainya.

Sinopsi adalah wajib ketika beliau masih duduk dibangku SMA. Jumlah sinopsisnya 113 selama 3 tahun. Tentu saja jumlah yang fantastic dan pemegang record. Apa manfaat belajar sastra bagi Prof.Eko? sangat bermanfaat sekali lho. Berkat belajar sastra itulah digunakan untuk bidadari cantik mbak Lisa A Rianto seorang penyanyi top. Membuat puisi, pantun dan gurindam. Hasilnya ?  terwujudlah bersanding dengan wanita pujaannya.

Prof. Eko telah menerbitkan sekitar 50 lebih buku. Baik dipublikasikan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Sedangkan artikel populer, jurnal jumlahnya mencapai ratusan sudah di share secara gratis kemana-mana.

Awal menulis ketika awal kuliah semester I di ITS. Kesepian jauh dari orang tua adalah faktor pemicunya. Banyak teman karena aktifitas menulis memberikan kesempatan untuk sharing mengenai banyak hal. Akhirnya berkolaborasi.

Selama Sesi tanya jawab dibuka sampai pukul 21.00 banyak pertanyaan dari peserta menulis bersama om Jay. Bagi Prof. Eko yang sangat produktif dan bertangan dingin ini, senang bisa mewujudkan mimpi para guru-guru Indonesia. Mimpi bisa menulis dan menerbitkan sebuah buku.

Dari sesi pertanyaan ada berapa yang sama terlintas dalam benak ku ini. Apakah Prof. Eko berasal dari keluarga penulis?

Begini jawaban Prof Eko. Ayah Prof.Eko suka menulis. Menulis karena tuntutan pekerjaan. Ayahnda sudah purna tugas dan sekarang usianya sudah 79 tahun. Beliau mengajak Prof. Eko untuk menulis. 20 buku lebih telah dihasilkan dan diterbitkan.

Terinspirasi dari Presiden Megawati yang berkata “tulis apa saja yang ada dikepalamu. Niscaya pasti ada manfaatnya bagi sejumlah orang di tanah air…” . semenjak itulah beliau semakin rajin menulis. Ayahnda mempunyai pemikiran jika menulis akan memberikan banyak konstribusi kepada masyarakat. Mencari kesibukan dan biar tidak pikun. Berarti sama seperti diriku. Menulis agar sembuh dari sakit dan ketergantungan obat.

Melihat background pendidikan Prof. Eko adalah teknik computer. Lagi-lagi dalam kepalaku ada pertanyaan. Buku apa saja judul buku yang Prof baca waktu itu ya? Ternyata apa yang dibaca Prof. Eko sama seperti apa yang ku baca. Prof. Eko sering membaca buku pujangga lama da pujangga baru. Layar Terkembang, Siti Nurbaya yang masih terbayang dalam pikiranku sampai sekarang. Tokoh datuk marimggih dalam cerita Siti Nurbaya. Perawan di Sarang penyamun, Tenggelamnya Kapaal Van der Wijk.

Menurut Prof. Eko belajar dari karya sastra itu manfaatnya akan membuat anak medapatkan benih-benih karakter kebaikan. Kita akan mendapatkan keindahan yang menyebabkan suara hati kita terasah. Memperkaya kosa kata. Benar juga. Dengan membaca karya sastra akan belajar banyak karakter tokoh-tokoh dengan berbagai karakter. Akan belajar banyak berbagai karakter tokoh.

Selanjutnya pertanyaan satu per satu terjawab. Bagi banyak orang menulis itu sulit. Lalu bagaimana ya Prof. Eko mengawali menulis? Begini jawaban Prof. Eko. “Teknik mengawali tulisan mudah. Pakai saja bahasa selayaknya Bapak mengobrol dengan orang lain. Biarkan mengalir secara natural. Setelah jadi, baru pelan-pelan kita edit. Kalau perlu minta bantuan orang lain atau sahabat. Saya dulu menulis karena selain kesepian di kos-kosan adalah karena saya ingin agar hidup saya memiliki arti bagi orang lain. Seperti kata Chairil Anwar, “aku ingin hidup seribu tahun lagi”. Kalau kita menulis, dan ada jejak digitalnya di internet, maka anak cucu cicit kita bisa mengenal siapa nenek moyangnya dulu. Tekun dalam menulis? Peribahasa yang tepat adalah: “ALA BISA KARENA BIASA” dan “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG”. Lama-lama kalau kebiasaan, walaupun kecil dan sederhana karya tulisnya, akan menjadi ket…”.

Benar juga ya, tak kenal maka tak sayang. Ala bisa karena biasa. Bagaimana kita bisa menulis jika tidak mencoba. Jika tidak terbiasa. Hanya membayangkan tanpa realisasi. Kapan bisa nya?

Waktu terus berjalan. Dengan hati berdebar aku menunggu pertanyaanku ditayangkan sama bunda Kanjeng. Jujur dalam hati ada perasaan takut dan dag dig dug. Saat berdebar debar kulihat ada WA masuk dari bunda Kanjeng. Aku dapat giliran no 11. Banyak buku yang telah ditulis Prof. Eko. Aku ingin tahu, kira-kira buka apa yang paling berkesan ya?  Inilah jawaban Prof. Eko atas pertanyaanku. “Halo Mbak Tutik from Madiun. Buku yang paling berkesan bagi saya adalah buku pertama yang saya tulis semenjak kembali ke Indonesia dari studi di Amerika. Ketika itu Indonesia sedang memasuki krisis 1998, dan mahasiswa S2 Binus mengalami kesulitan membeli buku-buku import (sementara membajak atau fotocopian dilarang oleh institusi), Akhirnya para mahasiswa di kelas saya meminta saya untuk meringkas semua buku-buku luar negeri yang dipakai kuliah S2. Jadilah buku pertama saya yang isinya bunga rampai 50 ringkasan tulisan. Kenapa berkesan? Karena ternyata banyak sekali yang senang dengan buku itu sampai dicetak berkali-kali oleh Elex Media Komputindo. Dari situlah kemudian motivasi saya menulis menjadi meningkat pesat”.

Waktu telah berlalu selama 90 menit. Kelas on line semakin seru. Prof. Eko menawarkan pada peserta untuk membuat tulisan berikutnya untuk meringkas cerita-cerita dari Ekoji Channel. Dari 73 judul baru ada 9 yang jadi buku. Berarti masih ada 64 lagi. Prof.menunggu 10 orang lagi. Program September Ceria akhirnya terbuat.

Pertanyaan selanjutnya adalah tentang bagaimana jika saat menulis mengalami kesulitan karena sudah kehabisan ide. Bagaimana cara mengatasi “mentok” ide dalam menulis? Jawaban Prof. adalah “Kalau mentok ide dalam menulis, jaman sekarang enak pak. Buka Youtube Channel, tulis kata kuncinya tema yang mau kita tulis. Dengarkan orang lain bercerita mengenai hal itu. Nischaya ketermentokan anda akan segera mencair karena mendapatan ide-ide segar baru”.

Waktu terus berjalan. Sesi tanya jawab pun habis. Kelas semakin ramai. Perang melawan diri sendiri pun terjadi. Antara berani dan tidak menerima tantangan dari Prof. Eko. Ku pikir waktu itu sudah tidak ada kesempatan. Ku beranikan mengirim pesan pada Prof. via WA. Sebenarnya saya pingin ikut Prof. tapi takut. “Ikut saja kata Prof. Eko. PASTI BISA. Akhirnya aku pun dimasukan dalam group September Ceria.  PASTI BISA SEPTEMBER CERIA.

Ekoji dan Lisa A. Riyanto: “Bukit Berbunga”

PROSES MERACIK BUKU DIGITAL NUSANTARA ALA BUNDA IIN

Dra. Musiin, M.Pd seorang wanita tangguh. Sebagai pendidik yang mumpuni dan aktif juga dalam berbagai kegiatan. Beliau juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.

Lahir di kota Tahu Takwa kediri I6 Juli 1970 silam. Beliau guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998.

Beliau juga dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang.

Selain mengjar dalam bidang wirausahapun tak kalah sukses. Dalam bidang kewirausahaan, beliau merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri. Berikut ini adalah biodata beliau :

Sekarang bagaimana awal mulanya bunda IIn bisa menerbitkan buku? Kita ikuti proses mulai menulis sampai menerbitkan buku yang berjudul LITERASI DIGITAL NUSANTARA.

Berawal dari WAG Menulis Gelombang 8. Menerima tantangan dari Prof Eko disaat beliau menjadi narsum dan malam. Saat itu juga membuat outline buku dari judul yang telah diberikan Prof. Eko. Berikut adalah out buku tersebut ;

Outline LITERASI DIGITAL NUSANTARA sebagai berikut:

  1. Pengguna Internet di Indonesia
  2. Media Sosial
  3. Literasi Digital
  4. Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
  5. Literasi Digital untuk Membangun Digital Mindset Warga +62

Kemudian Prof. Eko memberikan cver buku yang beliau tulis. Sudah barang tentu ini menjadi sebuah semangat untuk menulis.

Adapun bekal yang digunakan untuk menulis buku adalah surat kabar, buku-buku dan penelusuran referensi di Internet. Berusaha menyisihkan 10% dari TPP yang diterima untuk pengembangan diri yakni dengan berlangganan surat kabar, berlangganan Wifi dan membeli buku-buku yang menambah wawasan pengetahuan. Bukan hanya membeli buku-buku yang berhubungan dengan mapel Bahasa Inggris, namun semua buku dari berbagai bidang ilmu yang menarik untuk dibaca.

Belajar dari sebuah buku yang berjudul The Secret (Law of Attraction) karya Rhonda Byrne, Buku yg bercerita tentang rahasia kekuatan pikiran atau gaya tarik menarik di alam semesta. Bunda IIn pada awaal tahun mempunyai pikiran untuk menulis buku. Atas kehendak Allah yang telah menuntun mengikuti Kelas Menulis Om Jay. Akhirnya berhasil menulis buku di penerbit Mayor. Alhamdulillah

Bagaimana proses memasak buku berjudul LITERASI DIGITAL NUSANTARA? Mari kita nikmati sepiring hidangan jika andaikan buku itu adalah sepiring hidangan. Kita ikuti awal belanja, meracik dan memasaknya.

Berasal dari materi yang disampaikan Prof Eko Indrajit di  Ekoji Channel  (https://www.youtube.com/watch?v=8oMCQspJOII) yang berjudul Digital Mindset. Dikembangkan berdasarkan referensi baik itu surat kabar, buku dan informasi yang ada di internet. Pengamatan dalam kehidupan sehari-hari juga sangat berperan dalam penulisan buku ini.

Ini adalah cover dari Penerbit Andi

Kenapa bunda Iin tertarik menulis materi? Berdasarkan data yang dirilis, Data Statista menunjukkan bahwa Indonesia masuk dalam 10 negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. Indonesia berada di peringkat kelima dengan pengguna internet sebanyak 143,26 juta per Maret 2019. Inilah yang menjadi alasannya.

Mari kita simak ada isi buku LITERASI DIGITAL NUSANTARA?

Data hasil survey APJII digunakan dalam memaparkan data-data tentang pengguna internet. APJII adalah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Hasil survei. Hasil survay inilah yang di gunakan sebagai data penulisan dan paparkan berdasarkan pengamatan dan referensi yang lain. Berikut adalah infografis yang dicantumkan di buku itu.

Berdasarkan data tersebut nampak pengguna terbesar adalah generasi Z (data tahun 2018). Kemungkinan besar karena PJJ di era pandemi Covid-19, generasi Apha juga mulai menjadi pengguna dalam prosentase yang besar.

Pembahasan tentang jumlah dan karakteristik masing-masing generasi ini sangat menarik karena berdasarkan tahun kelahiran dan kondisi tumbuh kembang mereka sangat mempengaruhi perilaku dalam berinternet.

Generasi yang lahir antara tahun 1995-2010 adalah Generasi Z atau dikenal dengan iGeneration atau Generasi Net.Mayoritas anggota generasi ini masih di bangku sekolah dan kuliah, hanya sebagian kecil saja yang masuk ke dunia kerja. Gadget dan internet telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak kecil. Implikasinya mereka menyukai hal yang instan, kenyamanan dan multi tasking. Popularitas diperoleh di berbagai media sosial melalui unggahan-unggahan yang menunjukkan style mereka. Hedonisme sudah menjadi urat nadi yang tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Mereka menyukai berbelanja secara online sekaligus pelaku industri ekonomi kreatif di dunia maya. Uang tidak lagi untuk investasi seperti yang dilakukan generasi sebelumnya, namun untuk keperluan fashion, travelling dan kuliner.

Menarik bukan ? Selanjutnya mari kita simak bab 2. Membahas tentang media sosial.

Kita generasi X anak cucu generasi Z, Alpha dan Beta

Berdasarkan hasil survei APJII tahun 2018, alasan warganet +62 menggunakan internet adalah berkomunikasi, bermedia sosial dan mencari informasi tentang pekerjaan. Murid-murid juga jika diajak menggunakan platform Google Classroom dalam pembelajaran selalu mengatakan bahwa paketan yang dibeli adalah paketan media sosial,

Berdasarkan data yang dirilis We Are Social,Hootsuite, 2020 beberapa media sosial yang sering dipakai adalah sevagai berikut.

Pembahasan mengenai media sosial mencakup

1.         Pengertian

2.         Jenis-jenis media sosial

3.         Kelebihan dan kekurangan media sosial

Penggunaan internet yang tidak dimbangi dengan kecerdasan digital akan mengakibatkan pengguna internet menjadi korban kejahatan digital atau bahkan menjadi pelaku kejahatan digital. Di Indonesia UU yang mengatur tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik disebut dengan UU ITE.

UU ITE Pasal 27 adalah pasal pasal yang sering dilanggar oleh warganet, Isi dari UU ITE pasal 27 adalah

Dalam bab 2 kita akan membaca tentang paparan jenis-jenis kejahatan siber yang mayoritas sasaran empuknya dalah anak-anak usia 15-19 tahun. Anak anak usia yang sangat rawan.

Berikut adalah daftar kejahatan di dunia maya.

Penjelasan tentang masing-masing jenis kejahatan di dunia maya beserta contoh kasusnya akan kita temukan di Bab 2 bagian akhir.

Bagaimanakah isi Bab 3. 4 dan 5?

Dipersilahkan pesan BUKU CERDAS berjudul LITERASI DIGITAL NUSANTARA untuk menambah wawasan dan koleksi buku kita.

Sebagai penutup presentasi, ungkapan yang ditulis di blog Kang Robby disampakan oleh bunda Iin

http://robbie-alca.blogspot.com/

Pada kesempatan terakhir presentasi inilah pesan yang disampaiakan oleh bunda IIN ;

Motivasi yang ingin saya berikan adalah TIDAK ADA KATA TERLAMBAT untuk memulai sesuatu yang baik. Bapak Ibu semua pasti bisa menghasilkan karya yang yang akan dikenang anak cucu dan generasi mendatang. Ide menulis bisa dari mana saja, dari lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selalu semangat dan yakin bahwa ada karya dari tangan Bapak Ibu.

GURU INTERPRENEUR SEJATI BUNDA BETTI RISNALENNI

Dra. Betti Risnalenni, wanita hebat. Seorang pendidik dan intrpreneur sejati. Sejak kecil jiwa enterpreunernya sudah terlihat.

Dibesarkan dari lingkungan keluarga yang punya hobi suka masak. Betti kecil sudah berani memasukan dan menawarkan kue bikinan ibundanya ke toko- toko di Bekasi. Termasuk koperasi sekolah SMA 1 Bekasi. Walaupun dengan sembunyi sembunyi. Berangkat lebih awal dari teman-temanya biar mereka tidak tahu. Untuk jaga image. Tapi ini dilakukan dengan rasa senang lho.

Berlanjut sampai kuliah. Usaha keluarga merambah ke usaha catering. Beberapa kantor dan pabrik menjadi langganannya.

Sayangnya usaha catering tidak berlanjut setelah beliau menikah. Berawal dari sinilah sejarah seorang wanita hebat yang bernama Betti terukir.

Setelah lulus kuliah beliau mulai mengajar. Menjadi seorang guru. Tahun 1996 mulai membuat kursus di Bekasi. 24 pusat kursus berhasil beliau kelola. Jiwa enterpreneurnya benar-benar terlihat.

Tahun 2003 mulai merintis dan mengelola sekolah TK dan SD Insan Kamil. Punya sendiri. Aktif  bekerja sama dengan Mal di Bekasi. Tahun 1996 sd 2007 selalu mengadakan lomba di mal. Metropolitan Mall. Ini merupakan terobosan promosi sekolah.

Bagaimana mengelola 24 tempat kursus? Bunda Betti bekerja sama dengan orang yg mau membuat pusat kursus. Melatih guru gurunya, Mewajibkan memakai bukunya. Sebuah terobosan yang hebat bukan?

Selanjutnya dengan lomba yang diadakan di mal, itu lebih ke entertaint. Bagaimana tidak? Bisa membuat anak anak senang. Orang tua juga senang. Sedangkan dana untuk piala dan makan sudah di masukan ke pendaftaran. Tentunya ini membtuhkan  kerjasama lagi dengan makanan siap saji. Nah dapat untung  lagi.

Bagaimana awalnya TK Insan Kamil berdiri? Berawal dari salah satu cabang yg 24 kursus, ada yg ingin sekali buat TK. Hanya sekedar keinginan. Karena takut tidak punya modal. Tapi beliau tidak menyerah begitu saja. Bekerja sama dengan salah satu pengelola pusat kursus. Mengotrak sebuah rumah. Membuat buku materi buat TK tersebut. Contohnya seperti buku mengenal tarik garis, mengenal angka, mengenal huruf . Aritmatika adalah menjadi unggulannya selain hafalan surat pendek.

Selamat ulang tahun bunda Betti

Mengelola sebuah sekolah tidaklah mudah. Untuk membantu operasional sekolah bunda Betti jual buku di pusat pusat kursus. tahun 2009 saya sudah dapat bos, jadi untuk SD sudah sangat terbantu untuk operasionalnya.

Bunda Betti adalah guru hebat. Ayo kita simak pengalamannya dalam  mengikuti lomba kepala sekolah berprestasi. Menjadi juara 1 di kota bekasi dan hanya urutan harapan di provinsi jawa barat. Mulai dari lomba kecamatan. Setiap sekolah diwajibkan ikut lomba. Dari lomba kecamatan itu saya juara 1

Test tertulis, psikotest, tes bahasa inggris, presentasi dari best practice masing masing. Itulah tahap-tahap yang harus dilalui. Mengumpulkan biodata, sertifikat, kegiatan dan hasil karya juga tentunya. Waktu itu  beliau sudah menulis buku tentang aritmatika, buku A, B, C , 1 , 2 sd 27. Sudah 30 buku. Sangat berguna buat penilaian dan nilainya tinggi.

Tidak berhenti sampai disini, ketika sekolah berjalan baik. Beliau mulai melirik lagi dengan usaha kuliner. Pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan usaha kuliner beliau ikuti. Sertifikat setifikasi wirausahapun berhasil beliau dapat.

Langkah berikutnya adalah mulai mematenkan merk lewat HaKI, mulai meng ” halal ” kan produk dan mulai meng ” pirt ” kan produk. Nah…hebat bukan?

Bagaimana langkah-langkahnya untuk bisa mendapat hak paten juga mendaftarkan sebagai produk halal? Untuk paten kan merk, lewat Dinas Koperasi. Kita harus punya dulu ijin domisili usaha. itu bisa diurus ke RT, RW, kelurahan. Dan sekarang usaha beliau menjadi UMKM binaan Dinas Koperasi Bekasi.

Benar-benar seorang sosok wanita hebatya bunda Betti? Apa ya yang menjadi beliau seperti ini?

Beliau menikmati segala yang terjadi. Jadi kalau mau melakukan sesuatu, selalu berdoa. “Ya Allah jika engkau ridho dengan yang aku lakukan maka permudahlah. Jika itu sulit buat ku dan engkau tidak ridho, maka persulitlah”. Jadi apapun yang beliau lakukan tidak pernah berharap berhasil . itu saja doa saya. Beliau selalu menikmati apa yg dilakukan. Jika sulit, berarti itu sinyal Allah tidak ridho dengan itu. Sedangkan di sekolah berasa keluarga. Tim di sekolah sudah seperti saudara semuanya.

Scorpions – Wind Of Change (Official Music Video)

JANGAN TAKUT CLBK BERSAMA PAK RAMA

CLBK memang asyik, menarik. CLBK berarti cinta lama bersemi kembali. Bisa juga berarti cinta lama bikin kisruh.

CLBK malam ini ala bang Roma. Sosok pria hebat, rupawan dan berprestasi tentunya. Yulius Roma Patandean, S.Pd. Terlahir di Tana Toraja 6  Julo 1984 silam. Seorang pendidik dengan segudang prestasi. Guru Prestasi Tingkat SMA Kab. Toraja 2016. Pernah meraih mendali perunggu lomba kreatifitas guru Porseni PGRI Sulawesi Selatan 2017.

Guru bahasa Inggris SMA 5 Tana Toraja sejak tahun 2015 dengan sapaan akrapnya pak Roma, sering diundang untuk menjadi juri. Lomba debat bahasa Inggris dan lomba story telling untuk tingkat SMA dan SMP di kabupaten Tana Toraja. Pernah memjadi dosen tidak tetap di Falkultas Ekonomi Universitas Kristen Toraja. Tutor di Universitas Terbuka dan sebagai Fasilitator Belajar di Yayasan Trampil Indonesia.

Pak Roma sangat aktif dalam kegitan organisasi. Dalam PGRI beliau adalah sebagai wakil seketaris PGRI kabupaten Tana Toraja. Selain itu beliau juga sekretaris YPLP PGRI kabupaten Taana Toraja.

Berawal bercita-cita jadi seorang wartawan bola yang terinspirasi bapak Ian Sitomorang dan Arif Natakusumah di Tabloid Bola, Nasib berkata lain. Menjadi seorang pendidik dengan segudang prestasi dan penulis buku. Bagaimana perjalanannya beliau hingga bisa menerbitkan buku?  Berikut ini kisahnya.

Berawal dari pertemuanya dengan Om Jay dalam organisasi PGRI. Melalui undangan pelatihan Belajar Menulis lewat group WA. Mendatar dan bergabung di group 8 dan group 9.

Ketika Prof. Richasdus Eko Indrajid hadir sebagai pemateri, inilah awal terbitnya buku beliau. Topik materinya adalah menulis dalam satu minggu. Tantangan dari Prof. Eko “Apakah pak Yulius mau menulis bersama saya?”. Tantangan diterima dan terpilihlah sebuah judul buku : DIGITAL TRANSFORMATION, Berubah Untuk Menguasi Dunia. Penerbit Andi

Kunci sukses pak Roma dalam menerbitkan buku ini adalah CLBK. Sebuah ajakan dan sekalipun. COBA, LAKUKAN, BUDAYAKAN dan KONSISTEN. Tuailah hasil selama masih sanggup CLBK.

  • COBA

Tak ada hasil jika kita tidak mencoba. Terimalah setiap tawaran pekerjaan karena itu adalah amanah. Sepanjang pekerjaan itu ada hubungannya dengan pendidikan. Begitu pula dengan menulis. Walau terasa berat dan susah. Mulailah terutama dalam membangun ide dan mencurahkanyan kalimat demi kalimat. Mencoba berulang-ulang melatih kita untuk produktif dalam menguntai kata-kata yang bermakna.

  • LAKUKAN

Agar ide kita tidak mengendap seiring waktu maka ketika kita sudah memcoba menemukan rasa dan keunikan dengan tulisan kita, teruslah lakukan. Paksa diri untuk menulis ketika ada kendala untuk berhenti menulis. Menulis apa saja, intinya haris ada tersimpan di draf blog dan tersimpan di lap top.

  • BUDAYAKAN

Menulis harus jadi budaya kita. Bagian dari cara hidup kita. Menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Budayakan menulis sehingga menjadi panggilan beraktifitas setiap hari.

  • KONSISTEN

Tak ada karya yang terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi. Konsistensi adalah misi dalam diri manuasia untuk mencapai visi seorang penulis yakni menghasilkan sebuah karya tulisan dan bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. Caranya ? memaksa setiap hari’

Jangan takut CLBK, namun nikmatilah prosesnya dan syukuri hasilnya.

Bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka MENULISLAH. Sehingga hidup ini lebih mulia untuk sesama. (Al Ghazali).

(Sesi 2) DIGITAL TRANSFORMATION: Toward an Agile Enterprise

BELAJAR MEWUJUDKAN IMPIAN SEMUDAH KLIK


Alhamduliilah. ini resume ke-3 dari kelas Menulis Setiap Hari Bersama Om Jay angkatan 15. Bersama nara sumber wanita hebat degan segudang prestasi. Cikgu Tere. Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. Sosok pribadi yang mewujudkan mimpinya dengan kerja keras.

Jujur jadi semangat malam ini. Bisa belajar dan berbagi pengalaman bersama Cikgu Tere. Seprofesi, sama-sama mengajar. Punya impian sama. Berkarya dan menulis.

Sungguh luar biasa. Hanya kata itu yang keluar dari benak ku buat Cikgu Tere.

Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD.

Berikut PROFILE beliau :

Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD

TEMPAT/ TGL. LAHIR : KUNINGAN, 13 SEPTEMBER 1984

INSTANSI ; SDN WAIHIBUR – KAB. SUMBA TENGAH NTT

BEST ACHIEVEMENT :

1. Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Kecamatan Padalarang – Kab. Bandung Barat (2014)

2. Juara 2 Lomba Guru Berprestasi tingkat Kab. Bandung Barat (2014)

3. Juara 3 Lomba Guru MIPA tingkat Kec. Padalarang (2014)

 4. Juara 1 Olimpiade Guru Nasional tingkat Provinsi NTT (2018)

5. Finalis Lomba Olimpiade Guru Nasional tingkat nasional (2018)

6. Finalis Lomba Alat Peraga Matematika Sederhana tingkat nasional (2018)

7. Peserta Short Course ke Luar Negeri dalam Program 1000 Guru ke Luar Negeri (2019)

8. 40 besar penerima dana hibah penelitian pada program Teaching Challenge (2019)

 9. Finalis Course on Developing Lesson Study for Primary Mathematics Teacher tingkat internasional (2019)

 10. Guru Inti Terbaik dalam Pembekalan Guru Inti Program PKP tingkat Provinsi NTT (2019)

 11. Peserta Terbaik dalam Bimtek UKS Regional Bali

12. Sahabat Rumah Belajar Provinsi NTT (2019)

13. Finalis Lomba Mathematics Teaching Learning Model (MTLM) tingkat internasional (2019)

14. Kader Inti Gerakan Ajarmat / Ayo Belajar Matematika (2019)

 15. Resume terbaik dari KSGN dan Pelatihan Belajar Menulis Bersama Om Jay (2020) 16. Blogger inspiratif dari Ikatan Guru TIK PGRI dengan Penerbit Andi Yogyakarta pada bulan (2020)

17. 35 selected participants of Advance Online Course SEAMEO Qitep in Mathematics (2020)

Perjuangan untuk “SEMUDAH KLIK”. Bikin hati ikut terbawa bagaimana beratnya tantangan mimpi terwujud. Sebuah karya yang sungguh luar biasa. Bergulat dengan pikiran, waktu dan kesempatan.

Berawal dari salah satu peserta kegiatan Belajar Menulis melalui WA Grup yg digagas oleh Om Jay dan tim narsumnya. Bergabung Grup Pelatihan Menulis Gel. 4. Dalam salah satu materi, diberikan tantangan oleh narasumber yg bernama Prof. Richardus Eko Indrajit. Berawal dari rasa penasaran pada topik yaitu Ubiquitous Learning

Tertarik materi dan mengikuti tantangan menulis buku dalam waktu seminggu. Ada dua topik buku yang dilelang. Memilih salah satu topik tersebut.

Ada banyak topik. Ada dalam chanel youtube yaitu ekoji chanel. Setiap hari melakukan slive seminar di youtube dengan berbagai topik yang sangat menarik dan tentunya bermanfaat.

https://www.youtube.com/channel/UCa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw

6-Arubalympics Result Day 4, Prep Day 5

Ubiquitous Learning. Inilah yang membuat beliau penasaran. Membuka  youtube nya dan menyimak materi terkait topik tsb. Kemudian langsung mendaftar menulis buku.

Keberanian dan tekat kuat yang mendorong Cikgu Tere. Mengantarkan beliau untuk menghasilkan karya SEMUDAH KLIK.

Menyusun dan menyerahkan outline Belajar Semudah Klik, Membangun Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar. Itulah judul buku beliau. Kemudian Prof. Menambahkan satu kata yaitu Ekosistem. Belajar Semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar.

Tantangan apa yang Cikgu hadapi dalam karya “SEMUDAH KLIK” ini?

Pada akhir kegiatan, Prof. Eko menyampaikan perubahan. Perubahan itu  : jenis huruf menggunakan verdana, ukuran 10, spasi tunggal. Ukuran kertas A5, lalu lengkapi dengan index dan daftar pustaka dibuat otomatis. minimum 100 halaman dan jumlah bab paling sedikit 5 bab.

Padahal waktu itu, setelah di layout dgn ketentuan di atas, jumlah halaman 60 halaman. Situasi ini memaksa harus belajar bagaimana  caranya membuat index dan daftar pustaka serta daftar isi otomatis

Terlanjur basah ya mandi sekalian. Begitulah kata orang bilang.

Berkat perjuang tak kenal lelah dan dukungan suami. Cikgu Tere akhirnya mewujudkan sebuah impian dalam “SEUDAH KLIK”.

Akhirnya, buku bersejarah ini pun, siap untuk menjadi bukti bahwa peserta belajar menulis BISA MENULIS MENERBITKAN BUKU DI PENERBIT MAYOR.

file:///C:/Users/WIN%207/Downloads/SINOPSIS%20BUKU.pdf

Butuh perjuangan untuk mewujudkan sebuah mimpi. Butuh tekad bulat untuk menggapai sebuah mimpi. Butuh pengorbanan untuk mewujudkan mu di depan mata. Harus kuraih mimpi ku. Pasti bisa.

Alhamdulillah

HARI-HARI KU BERSAMA MR. BAMS

“Setiap manusia yang lahir dimuka bumi ini, itu luar biasa. Potensi yang ada dalam diri segera harus diasah, hingga menjadi luar biasa. Kata dan kalimat yang kita dengar dan kita gunakan, sesungguhnya bermakna dan berdampak luar biasa. Kata dan kalimat yang baik menjadi kekuatan dalam menjalani hidup ini. Wahai sobat juara Mr. BamS ijinkanlah saya menyapa dengan sobat karena sesungguhnya kita n kita saudara. Kata juara adalah doa dan cita-cita agar kita bisa melalukan yang terbaik. Banyak orang mencari kebahagiaan akan tetapi bahagia itu bisa diciptakan.Kalimat bahagia Mr. BamS hadir untuk berbagi kebahagiaan. Berbagi kebahagian melalui kalimat. Nikmati setiap harinya Mr. BamS melalui Mr.BamS melalui penamrbams.id”

Itulah sebagian dari kalimat bahagia Mr. BamS. Setia menyapa menyambut mentari terbit dengan senyumnya. Membuat diri lebih semangat untuk berkarya.

Ayah Salwa begitulah. Dalam dunia dongeng sudah tidak asing lagi. Pecinta literasi sejati. Berbagi ilmu untuk siapapun.

Dunia dongeng sudah tidak asing lagi dengan ayah Salwa sejak 2004. Berawal dari mendongeng, akhirnya sering mengumpulkan buku buku. Tahun 2011 membuka TM taman bacaan yang di kelola bersama keluarga tercinta.

Sabilulungan Award 2018 penghargaan di bidang literasi atas taman bacaan yang dikelola sejak tahun 2011. Sebuah penghargaan yang merupakan apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkap Bandung) terhadap tokoh masyarakat dan lembaga dari berbagai latar belakang.

Penghargaan Guru Inspiratif Een Sukaesih Award tahun 2019. Guru inspiratif Bambang Purwanto, S.Kom. Guru SMP Taruna Bakti sebagai Nominator Esa 2019 Kategori SMP/MTs/SMPLB. Sebuah penghargaan yang pantas diberikan untuk guru inspiratif. Kriteria penilaianya adalah menilai kegiatan guru baik menjalankan tugas pokoknya mengajar di sekolah maupun di luar tugas pokoknya yang dapat mengispirasi dan berguna bagi banyak orang tanpa pamrih.https://penamrbams.id/profil-mr-bams/

Berikut profil Mr. BamS

Awal mengenal Mr. BamS melalui Kelas Menulis Setiap Hari Bersama om Jay. Jujur awal pertama ikut kelas menulis tidak mengerti harus bagaimana. Ketika om Jay mengirim gambar rempeyek kacang, peserta membuat tulisan tiga paragraf. Di upload di group. Ketika Om Jay mengirimkan naskah untuk dibuat resume. Bacaan itu hanya ku baca. Tak mengerti bagaimana mengawali menulis.

Gelombang 7 selesai. Menyimak dan memcoba menulis. Tanpa ada keberanian untuk mengirim apalagi mengupload tulisan. Hanya tersimpan manis di file netbook.

Mohon ijin untuk berlanjut ikut kelas berikut. Disitulah awal ketemu Mr. BamS. Belajar ngeblog. Menulis dan memposting tulisan di group. Saling like dan komentar.

Tak kenal maka tak sayang. Di awal tidak mengerti sama sekali. Apa itu blog? Bagaimana menulis? Bagaimana cara nya share? Emh…pokoknya dibuat penasaran dan gemes. Pingin bisa. Apalagi waktu membuat blog kita menjadi cantik dengan tampilan warna dan logo. Menghabiskan akhir pekan bisa hanya tidur satu jam bersama pelajaran Mr. BamS.

Penuh kesabaran, penuh kebijakan dan penuh semangat berbagi ilmu. Mr.BamS membimbing saya. Materi demi materi ngebog bisa terkuasai. Hanya satu yang belum bisa. Membuat tulisan rata kanan kiri.

Materi demi materi telah dipelajari dan dipraktekan. Berbagi tulisan dan posting setiap akhir pekan. Bersama Mr.BamS.

Materi demi materi telah terlampaui.

  1. Pertemuan ke -1 : Review Blog Pemula, Dasboard, Post,Share, Memilih dan Menentukan Tema
  2. Pertemuan ke-2 ; Insert foto/gambar, Insert Url, Insert File yang bisa diunduh, Insert Youtube (embed), Membuat kategori.
  3. Pertemuan ke-3 : Membuat menu dari kategori,membuat menu profil.
  4. Pertemuan ke 4:Memasang statistik blog.
  5. Pertemuan ke 5:Tanya jawab tentang WP/Post,mengubah warna latar belakang,membuat tulisan rapi kiri kanan.
  6. Pertemuan ke 6:Merancang blog pembelajarn (membuat blog baru dengan email yang sama)
  7. Pertemuan ke 7:Materi visibilitas,protaksi postingan dengan password,membuat jadwal terbitnya postingan.
  8. Pertemuan ke 8:Memasukkan ikon sosial (instagram,facebook,twitter,dsb)
  9. Pertemuan ke 9:Tanya jawab.
  10. Pertemuan ke 10:Evaluasi mandiri blog.

Selama sepuluh akhir pekan bersama Mr.BamS. Berusaha menulis berkarya mengekspresikan diri di blog. Semoga lelahmu menjadi berkah.

Buku Ijinkanlah Aku Menulis Untukmu Karya Mr.Bams (2019)

Karya Emas Saat Senja Bersama Bunda Kanjeng

Bismillahirrohmanirrohim

Sungguh sangat beruntung. Bertemu dengan bunda hebat yang satu ini.  Sri Sugiastuti atau bunda Kanjeng perempuan hebat. Tak mengenal usia. Memulai awal menulis ketika usia sudah setengah abad.

Sri Sugiastuti lahir 8 April 1961. Menghabiskan masa kecil di Jakarta hingga SMA. Kuliah di UNS. Pada tahun 1990 hijrah ke Solo. Karier munulis beliau dimulai ketika beliau berusia setengah abad. Usia bukan faktor penghambat. Bunda hebat ini melanjutkan S2 di UNS. Pengkajian Bahasa Inggris jurusan yang diambil. Linier dengan S1 beliau.

Tahun 2010 awal keberuntungan bagi beliau. Dua buku telah terbit. SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMK penerbit Erlanngga dan Diary Ketika Buah Hati Sakit buku antologi.

Melalui jemari cantik beliau telah terbit sekitar 20an buku tunggal penerbit Indie. Antologi pertahun rata-rata bisa 3 atau 4.

Luar biasa bunda hebat Sri Sugiastuti meskipun usianya 60 th masih berkarya. Membaca judul novel novelnya saja sudah tertarik. Membuat penasaran ingin membacanya. Berikut novel novel beliau:

  • Kugelar Sajadah Cinta penerbit Indie Benteng Pustaka Sidoarjo
  • Deburan Ombak Waktu penerbit Indie Goresan Pena Cirebon
  • The Stories Cakes For Beloved Moms penerbit Indie Oksana
  • Perempuan terbungkas, (Novel) Catatan Religi  Bu Kanjeng (motivasi)
  • Dan lain-lain
Literasi membuat hidup lebih indah

Sebuah tanda tanya besar ada dibenak saya. Keinginan menulis sangat kuat tetapi bagaimana memulainya? Berikut tip bagaimana bunda hebat Sri Sugiastuti sukses dalam menulis hingga menernitkan karyanya ?

  1. Cara jadi penulis : Banyak membaca, mencoba menulis, mengirim tulisan dan teruslah menulis
  2. Disiplin menulis : Buat kerangka tulisan, buat target, fokus dan reward&punisment
  3. Memilih judul yang menarik : Sesuaikan dengan tema tulisan, buat judul dengan kata mudah diingat, buat orang penasaran
  4. Mencari ide : Bacalah sebanyak banyaknya, refreshing, tulis apa yang anda bisa tulis. Cari referensi dari berbagai media. Anda bisa menggunakan cara ATM (amati,tiru, modifikasi).
  5. Menulis cepat : Pikirkan ide tulisan yang akan di buat. Membuat kerangka terlebih dahulu. Teruslah mengetik berdasarkan ide yang dimiliki. Baca kembali berulang kali dan perbaiki apa yang salah.
  6. Memenangkan lomba menulis : Pastikan anda memahami dan melaksanakan aturan dan syarat-syarat lomba. Cari beberapa referensi yang berkaitan dengan tema lomba. Setelah selesai menulis baca berulang kali. Perbaiki yang salah. Setelah mengirim naskah berdoalah. Jika gagal evaluasi diri dan terus mencoba.
  7. Langkah-langkah menulis buku : Tentukan jenis buku, tentukan tema, buat kerangka, mulai mengembangkan kerangka, baca kembali brulang-ulang dan perbaiki.
  8. Cara mengirimkan tulisan ke media masa : Buat tulisan yang menarik, pilih tulisan yang sesuai temanya, sesuaikan dengan media masa yang anda kirimkan. Kirim naskah pada satu media masa. Jika ditolak baru kirim ke media lainnya.
  9. Membuat pembaca penasaran : Buat pembaca penasaran di akhir bab agar mereka terus membaca buku karya kita.
  10. Waktu yang tepat untuk menulis : Saat senggang, malam hari sebelum tidur, pagi hari mungkin saat hari setelah subuh. Saat ada ide yang paling penting.

Apa yang paling sulit dari menulis? Menurut bunda Kanjeng yang paling sulit memulainya dan istikomah.  Membuat tulisan dimulai dari menulis yang mendesak dan ingin segera kita sampaikan, apa yang ada di benak kita. Jangan takut salah, jangan takut jelek tulisanya, jangan takut jika tulisan tidak berguna atau tidak ada yang baca.

Disiplin dalam menulis. Menurut banda hebat ini tentu kita perlu mengapresiasi diri sendiri dengan capaian yang sudah kita pereleh, misalnya dengan me time, relaxasi dan menghirup udara segar sambil mencari ide baru. Bagaimana punismentnya?  Kalau target belum terpenuhi berarti kita punya hutang tulisan. Secepatnya harus dilunasi.

Bunda Kanjeng menghimbau sebaiknya kita buat blog. “Ayo buat blog. Posting tulisan. Lama-kelamaan jadi buku loh. Buktinya om Jay, jadi blogger ternama. Terbit bukunya loh.” kata beliau. Sebaiknya kita punya blog untuk menyimpan aneka tulisan. Sayang jika tulisan berserakan dan tidak jadi buku. Mungkin nanti akan terkumpul beberapa tema yang sama dan bisa dijadikan sebuah buku.  

 Jangan lelah untuk berproses. Masuklah ke dalam komunitas penulis untuk saling support. Awali dengan menulis di blog lanjut di antologi untuk jadi sebuah buku dan lanjut ke buku tunggal. Minimal bisa membukukan hasil belajarnya selama mengikuti kelas belajar menulis gratis bersama om Jay dan PGRI. Kesimpulan bunda Kanjeng dalam pembelajaran pertama di Kelas Menulis Setiap Hari Bersama om Jay gelombang 15.

Alhamdulillah….

Dongeng Eyang Kanjeng “Acil Kancil dan Raja Singa” #Part2

TAK ADA YANG ABADI

Dua tahun sudah aku berlajar tentang kehidupan tanpa dirimu.Tak ada yang abadi. Semua milik Allah. Begitu pun dirimu.

Dua tahun sudah tanpa perhatianmu. Tanpa senyumu. Tanpa kasihmu. Tanpa salim dan cium tangan setiap berangkat dan pulang kerja.

Kembali kepada tujuan hidup yang sebenarnya. Dunia hanya sementara. Ya Allah…betapa besar karunia Mu kepada diriku. Telah Engkau ijin kan diriku menemani hidup dan bersanding dengan orang yang sebaik dirinya.

Berusaha iklas, menerima takdir dan lebih mendekat kepada Mu ya Robb. Puji syukur yang tiada terkira, Engkau menyelamatkan hidup ku. Menjagaku dan selalu tetap berada pada jalan Mu.

Tak ada yang abadi.

Tangan ku, jemari ku tak bisa menuliskan semua yang ada dalam angan ku saat ini.

Mata ku, angan ku menerawang jauh …dua tahun berlalu. Slide demi slide kehidupan silih berganti dalam benak ku.

Dua tahun yang lalu. Menjelang subuh. Lidahku kaku, kaki ku dingin, mata ku membelalak, mulutku terkunci. Di depan ku, kulihat dirimu tersenyum , terdiam… kau telah meninggalkan diriku selamanya.

Tak ada yang abadi…….

Peterpan – Tak Ada Yang Abadi (Official Music Video)

Tak Ada Yang Abadi

takkan selamanya tanganku mendekapmu
takkan selamanya raga ini menjagamu

seperti alunan detak jantungku
tak bertahan melawan waktu
dan semua keindahan yang memudar
atau cinta yang telah hilang

tak ada yang abadi, tak ada yang abadi
tak ada yang abadi, tak ada yang abadi

ooh biarkan aku bernafas sejenak sebelum hilang

takkan selamanya tanganku mendekapmu
takkan selamanya raga ini menjagamu
jiwa yang lama segera pergi, bersiaplah para pengganti ooh

tak ada yang abadi, tak ada yang abadi
tak ada yang abadi, tak ada yang abadi oooh
tak ada yang abadi, tak ada yang abadi
tak ada yang abadi, tak ada yang abadi